Thursday, 21 March 2019


Kuat Mana? Otonomi Daerah atau Kewenangan Pusat dalam MoU Investor Asing?

Salah satu kelebihan kebijakan Otonomi Daerah adalah kebebasan yang diberikan dari Pemerintah Pusat kepada daerah untuk mengelola sendiri Sumber Daya Daerahnya demi kemajuan daerah, hampir di semua lini, apakah pendidikan, sosial budaya, bahkan sampai yang paling krusial, ekonomi. Setidaknya, itulah yang aku fahami.
                Belakangan, untuk kita yang tinggal di Sumatera Utara khususnya, sempat terusik dengan pengalihan jalan tol yang mulai dirancang sejak zaman Presiden SBY hingga Presiden yang sekarang. Terkait kasus pengelolaannya ke investor Asing. Media, khususnya media sosial mulai diramaikan dengan pernyataan Sultan D.I Yogyakarta, “Indonesia ini negara kita, masak jalan di negara kita sendiri harus bayar?” begitulah kira-kira.
                Pernah, tanpa sengaja aku duduk semeja dengan supir truk yang membawa barang dari Perbatasan Propinsi Riau ke Belawan. Di sela-sela menikmati secangkir teh yang disuguhkan ibu penjual, kutanya, “Pak, kenapa Bapak enggak lewat tol aja? Ini jalanan jadi macet parah lo karena orang bapak juga lewat di jalan umum. Apalagi kami yang kemana-mana biasa naek angkot, waktu habis di jalan rasanya,”
                Si Bapak supir tersenyum sebelum menanggapi pertanyaanku.
                “Dek, tarif tol dari Tanjung Morawa sampek Belawan itu, setara sama uang makan kami di jalan satu hari. Lah, kami enggak diburu waktu, ya lebih baik kami lewat jalan umum supaya uangnya bisa buat tambahan jajan anak-anak di rumah,” katanya sambil menghirup kopinya.
                “Iya, bapak enggak diburu waktu, kami?” tanyaku lagi masih kurang puas.
                “Maaflah dek, mau gimana lagi. Kami setiap jalan itu dikasih lebihan uang jalan untuk dana tak terduga. Untuk bocor ban atau kerusakan mobil lain diambil dari uang itu, namanya juga perjalanan jauh. Tapi kami enggak punya uang insentif tambahan lagi, uang inilah yang kami jadikan insentif walaupun beresiko. Apalagi sejak tarif tol mahal, ketika di jalan mobil rusak, bayar tol mahal, mau tak mau gaji kami terpotong untuk menutupinya. Kasihan keluarga di rumah, bukannya kasih setoran lebih, kok malah berkurang,” ceritanya.
                Jika kalian ada di posisiku. Apakah kalian merasakan hal yang sama dengan yang kurasakan ketika itu? Perasaan iba sesama rakyat, atau perasaan marah karena kebijakan pemerintah yang tidak memihak pada rakyat?
                Jadi curhat pulak, ya...
                Jadi gini, aku cuma mau kasih informasi bahwa memang, kebijakan investor dan tenaga kerja asing yang masuk ke negara kita itu murni wewenang Pemerintah Pusat. Ini juga yang disampaikan oleh Buk Sabrina, selaku Sekda Provinsi Sumatra Utara. Artinya, jika kita mau ambil permodalan dari investor untuk Daerah, kewenangan Pemerintah Daerah hanya sebatas prosedur dan kelengkapan administrasi. Masalah ACC dan MoU diserahkan ke Pusat. Di sisi lain, kita yang merasa pernah terzholimi Pemerintah Pusat atas kebijakan-kebijakan serupa harus juga melihat kesalahan kita sebagai rakyat. Dimana letak kesalahannya?
                Menurut cara pandangku pribadi loh, ya...
                Kesalahan kita itu terletak pada tidak fahamnya kita makna dari Otonomi Daerah. Otonomi Daerah itu, yang sering memanas itu seperti Kebijakan di Bali saat Nyepi. Nah, pada hari raya Nyepi, Bali itu dikondisikan benar-benar dalam kondisi hikmat, bahkan bandara ditutup tanpa ada penerbangan. Itu Otonomi Daerah, dan tidak ada yang perlu tersinggung dengan Kebijakan tersebut, karena memang masyarakat Bali mayoritas adalah Hindu.
                Contoh lain yang tidak mengikat kebijakan pemerintah misalnya saat berkunjung ke Mesjid Raya al-Maksum di Medan, para turis non Muslim diwajibkan oleh BKM untuk mengenakan pakaian sesuai syariat Islam, biasa dipinjamkan sarung dan jilbab untk yang perempuan. Mereka tidak perlu keberatan, karena ini sudah aturan dan kebijakan wilayah mesjidnya. Bahasa lainnya, kalo kita keberatan enggak perlu dinyinyirin, tapi enggak usah masuk sekalian, selesai perkara. (Loh.. kok jadi ngomongin ini)
(Izin ya... gambar diambil bebas dari google image)
                Entah dimana salahnya, seringkali informasi itu tidak tersampaikan dengan baik. Ibarat permainan komunikata, ketika di awal disebutkan ada 7 kata, ketika sampai ke penerima terakhir sudah berkurang satu, atau bertambah atau malah berganti. Menanggapi ini...
                Aku ingin kita berfikir ulang, terkhusus yang muda-muda yakK. Yang beneran pemuda biasa punya prinsip, “Pemuda tidak berharap bantuan pemerintah”. Maksudnya, kita yang muda-muda ini lebih bangga ketika apa-apa itu bisa berupaya dan menikmati hasil yang diupayakan oleh tangan sendiri. Yang perlu difikirkan itu, kuat peran siapa sih, Otonomi Daerah atau Kewenangan Pusat dalam MoU investor asing?
                Kalau kita sepakat, Otonomi Daerah lebih kuat perannya, mari sama-sama kita berbenah untuk kemajuan daerah masing-masing. Karena aku di Sumut, di Sumut itu punya wilayah pertanian sayur-mayur, maka dengan Otonomi Daerah Petani harus didukung penuh, dan Pemerintah Daerah menjamin, misalnya setiap supermarket yang dimiliki Asing di Daerah Sumut bahkan Indonesia harus ambil sayuran dan bahan sejenis dari hasil bumi Petani Sumut.
                Atau, Sumut merupakan salah satu Propinsi penghasil Sawit. Kebijakan pasar harga sawit bisa jadi Kewenangan Pemerintah Pusat. Saat menanggulangi kasus harga sawit anjlok masa-masa ini, Otonomi Daerah bisa saja melakukan kebijakan bahwa Sawit Sumatera Utara hanya akan diolah untuk memenuhi kebutuhan pokok di Sumut, dan masyarakat pun harus komitmen beli produk jadinya semisal minyak goreng made in Sumut, sabun krim Made in Sumut dan seterusnya.
                Tapi, jika kita sepakat bahwa Kewenangan Pemerintah Pusat lebih kuat. Maka sampai kapan kita adu argumen sesama kita bahwa Pemerintah tidak berpihak pada rakyat dan seterusnya... bukankah Pemerintah itu kita yang memperkerjakan? Masak seorang yang memberi kerjaan malah meminta pamrih dari pekerjanya?

Wednesday, 22 August 2018

Tentang Sebuah Cita-cita


Tentang Sebuah Cita-cita

                6 hari sejak usiaku genap 27 tahun. Siapa sangka, aku yang sejak pertama kali kuliah udah kodein orang tua agar dapat izin untuk menikah muda, hingga hari ini masih sendiri. Yah, masih ada alasan tak terungkap yang mengganjal untuk mempercayakan surgaku yang selama ini terletak di bawah kedua kaki mama, berpindah pada laki-laki asing itu.

Sunday, 4 June 2017

Mengukur Ikhlas


Mengukur Keikhlasan
Oleh: Ana Nasir

Seperti kalimat tanya pembuka yang sering kuajukan ke siswa saat mengajar, ku mulai tulisan ini dengan pertanyaan yang sama.
Apa itu Fisika?

Sebuah Tulisan

PENDIDIKAN DAN HARAPANKU
Oleh: Nurhasanah


Pendidikan merupakan solusi untuk mengatasi banyak masalah yang terjadi di sekitar kita. Walaupun akhirnya dapat kita lihat justru pelaku kejahatan malah berasal dari orang-orang yang berpindidikan. Jika demikian, maka solusinya tetap pada pendidikan. Sebab jika pendidikan akhirnya melahirkan pelaku kejahatan, artinya ada yang salah pada sistem pendidikan dan kita membutuhkan orang untuk membenahi kesalahan tersebut.

Friday, 14 June 2013

Laporan Praktikum_Relay, SCR/TRIAC


RELAY, SCR/TRIAC

I. TUJUAN
  1. Untuk mengetahui prinsip kerja Relay
  2. Untuk mengetahui jenis – jenis kontak pada Relay
  3. Untuk mengetahui aplikasi dari Rela

Laporan Praktikum_Penguat OP-AMP



PENGUAT OP-AMP
I. TUJUAN
1. Untuk mengetahui sifat dasar OP-AMP
2.      Untuk mengetahui OP-AMP sebagai rangkaian inverting
3.      Untuk membandingkan gain yang didapat secara teori dan praktek
4.      Untuk mengetahui aplikasi OP-AMP

Laporan Praktikum_Flip-Flop




JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 3
FLIP-FLOP



Nurhasanah
100801051

Laporan Praktikum_Decorder




JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 2
DECODER



Nurhasanah
100801051

Laporan Praktikum_Al-jabar Boolean



JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 1
UNTAI DASAR DAN TEORI ALJABAR BOOLEAN



NURHASANAH
100801051



JURNAL PRAKTIKUM PERCOBAAN 1
UNTAI DASAR DAN TEORI ALJABAR BOOLEAN



NURHASANAH
100801051





 
Description: FAK MIPA





LABORATORIUM INTRUMENTASI DIGITAL
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2013

LEMBAR PERSETUJUAN


Judul Percobaan                                        : UNTAI DASAR & TEORI ALJABAR BOOLEAN
Kategori                                                    : Jurnal Praktikum Sistem Digital
Nama                                                         : Nurhasanah
Nomor Induk Mahasiswa                          : 100801051
Program Studi                                            : Fisika S-1
Departemen                                               : Fisika
Fakultas                                                      : MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN    ALAM (FMIPA)















                                                                                                            Medan, 10 April 2013
       Asisten;                                                                                        Praktikan;


(Ferdy Aulia Mirda)                                                                            (Nurhasanah)

BAB 1
 TUJUAN

1.      Untuk membuktikan teori Aljabar Boolean menggunakan IC logic
2.      Untuk mengetahui teori Aljabar Boolean
3.      Untuk mengetahui aplikasi dari aljabar boolean

BAB 2
LANDASAN TEORI

Setiap kondisi pada suatu rangkaian listrik ataupun rangkaian mekanis mempunyai rangkaian analog yang sifat-sifatnya sama dengan mempergunakan rangkaian logika. Komponen rangkaian logika ini pada umumnya mempunyai beberapa input dengan satu output. Untuk memahamai bahwa rangkaian logika mempunyai sifat maka rangkaian logika harus disusun menurut persamaan matematis, yang serupa dengan persamaan matematis rangkaian listrik tersebut. Ada beberapa persamaan yang telah disederhanakan Boolean, antara lain:
1.      Teori absorbs
X + X = X
X . X = X
2.      Teori komutatif
X + Y = Y + X
X . Y = Y . X
3.      Teori Asosiatif
X + Y + Z = (X+Y) + Z = X + (Y+Z)
X. Y . Z = (X.Y) . Z = X . (Y.Z)
4.      Teori identitas
X + I = 1
X. I = 0
5.      Teori distributive
X . (X + Y) = X .Y + X . Z
6.      Teori De Morgen
X + Y + Z+ … = X . Y . Z …
7.      Fungsi Logika 1 (satu)
X . 1 = X
X + 1 = 1
8.      Fungsi Logika 0 (nol)
X + 0 = 0
X . 0 = 0
(Lukas Willa, 1995)
            Dengan mengartikan keadaan pada suatu rangkaian listrik sebagai angka 0 atau angka 1, maka suatu rangkaian listrik digital dapat dianalisis menggunakan bilangan dalam sistem dual. Dengan aljabar Boolean transformasi – transformasi tertentu dapat dilakukan dengan bilangan – bilangan tersebut. Angka 0 sampai dengan 9. Angka itu diurutkan dan diartikan dengan nilai sesuai dengan posisi dalam urutannya. Jika menggunakan bilangan dengan beberapa angka, nilai dari angka masing – masing diartikan sesuai dengan posisinya dalam urutan angka yang disebut bilangan.
            Dalam aljabar Boole satu variabel bisa memiliki dua nilai yang biasanya disebut “0” dan “1”. Pada kedua variabel ini terdapat tiga operasi dasar yang bisa dilakukan. Ketiga operasi ini adalah sebagai berikut :
  1. Conjunction ( AND )
AND merupakan fungsi perkalian logika.
  1. Disjunction ( OR )
OR merupakan fungsi penjumlahan logika.
  1. Negation ( NOT )
NOT merupakan fungsi pembalikan logika.
            Arti dari suatu operasi dapat dijelaskan dalam tabel kebenaran ( tabel 2.1 ). Dalam tabel kebenaran ditulis satu kolom untuk setiap variabel dan satu kolom untuk setiap hasil penghitungan. Dalam setiap baris satu kombinasi nilai dari variabel ditulis, berarti untuk setiap kombinasi dibutuhkan satu baris. Karena setiap variabel hanya memiliki dua nilai tertentu, maka jumlah kombinasi yang bisa didapatkan tidak begitu banyak kalau jumlah variabel tidak terlalu besar dan tabel kebenaran seperti ini mudah dimengerti. Berikut merupakan tabel kebenaran dengan dua masukan.
Tabel 2.1 (a) Operasi AND
     X1             X2
Y
      0                0
0
      0                1
0
      1                0
0
      1                1
1
(b) Operasi OR
     X1             X2
Y
      0                0
0
      0                1
1
      1                0
1
      1                1
1
(c) Operasi NOT
X
Y
0
1
1
0

            Operasi AND atau Dan dalam bahasa Indonesia bisa dibaca, jika X1 dan X2 dua – duanya mempunyai nilai 1, maka hasil dari operasi ini adalah 1. Kalau syarat ini tidak terpenuhi, berarti jika salah satu variabel mempunyai nilai 0, maka hasil dari operasi ini adalah 0. Operasi OR atau ATAU dalam bahasa Indonesia bisa dibaca, jika X1 atau X2 dua – duanya mempunyai nilai 1, maka hasil dari operasi ini adalah 1. Jika syarat ini tidak memenuhi, berarti jika kedua variabel tersebut memiliki nilai 0, maka hasil dari operasi ini adalah 0. Operasi NOT atau TIDAK dalam bahasa Indonesia merupakan pembalikan dari masukan, berarti keluaran memiliki besar nilai yang berbeda dengan masukan, berarti jika masukan 1 maka keluarannya adalah 0. Begitu pula sebaliknya, jika masukannya adalah 0 maka keluarannya adalah 1.
            Selain tiga fungsi dasar tersebut terdapat beberapa fungsi lain yang merupakan gabungan dari tiga fungsi dasar ini, tetapi karena sering kali dipakai, fungsi – fungsi itu diberikan nama tersendiri. Di antara fungsi – fungsi itu ada fungsi NAND dan fungsi NOR. Operasi NAND adalah satu operasi AND yang digabungkan dengan operasi NOT.
Sedangkan operasi NOR adalah satu operasi OR yang digabungkan dengan operasi NOT. Mengenai fungsi – fungsi dasar ini, terdapat berbagai hukum matematis. Hukum – hukum tersebut tidak dijelaskan disini, tetapi bisa dipelajari dalam buku yang membahas elektronika digital.
Angka 0 ( nol ) dan 1 ( satu ) bisa didefenisikan dengan berbagai cara. Dalam sistem logika arus searah atau logika tingkat, tingkat voltase menentukan angka mana yang didapatkan. Tingkatan voltase tersebut dibedakan menjadi dua sistem, yang satu disebut sistem positif, di mana voltase tinggi didefenisikan sebagai 1 dan voltase rendah didefenisikan sebagai 0. Yang kedua disebut sistem negatif dengan tingkat rendah sebagai 1 dan tingkat tinggi sebagai 0.
Dalam sistem dinamis, atau sistem logika pulsa, bukan tingkat voltase yang menentukan angka, tetapi adanya pulsa atau tidak adanya pulsa pada waktu tertentu. Di sini juga dibedakan antara sistem positif di mana adanya pulsa menunjukkan angka 1 dan sistem negatif di mana tidak adanya pulsa menunjukkan angka 0.
( K F Ibrahim, 1996 )
Suatu pernyataan dinyatakan benar jika sesuai dengan kenyataan, salah jika tidak sesuai. Logika dua keadaan tersebut memberikan suatu pemikiran besar. Pada tahun 1854, George Boole memberikan teori simbol logika, yang sekarang kita kenal dengan aljabar Boole. Aljabar Boole memakai huruf dan symbol lainnya untuk menyatakan hubungan logikanya. Hal yang sangat penting pada aljabar boolean adalah suatu variabel mempunyai salah satu harga, yaitu benar atau salah.
            Berdasarkan pada fakta ini, aljabar boole mempunyai dua keadaan atau aljabar biner. Berdasarkan pada teori tersebut kemudian direalisasikan gerbang – gerbang logika yang merupakan komponen dasar dari komputer digital. Pada jaringan logika dua keadaan tersebut dinyatakan dengan tegangan ( rendah atau tinggi / level tegangan ), yang disimbolkan dalam biner sebagai 0 atau 1.
            Gerbang logika yang merupakan dasar adalah inverter ( gerbang NOT ), gerbang OR, gerbang AND dan gerbang XOR. Kemudian dari kombinasi gerbang – gerbang tersebut didapat gerbang NOR, NAND dan juga flip-flop hingga register dan lain sebagainya yang merupakan bagian penting dari komputer digital.
            Suatu gerbang adalah jaringan logika dengan satu sinyal masukan atau lebih, tetapi hanya satu sinyal keluaran. Sinyal tersebut merupakan level tegangan, yaitu rendah atau tinggi. Inverter hanya mempunyai satu sinyal masukan dan tentunya juga satu sinyal keluaran. Sinyal keluaran dari gerbang inverter ini selalu berlawanan dengan sinyal masukan. Oleh sebab itu, inverter sering disebut sebagai gerbang NOT. Bila dua gerbang inverter disusun rangkap, maka akan didapatkan gerbang non-inverter.
            Gerbang non-inverter ini sering juga disebut dengan gerbang buffer. Buffer akan selalu memberikan sinyal keluaran yang sama dengan sinyal masukan.
                                                                 
            (a)                                        (b)                                 (c)                               (d)
Gambar 2.1 (a) Gerbang NOT (b) Gerbang AND (c) Gerbang OR (d) Gerbang XOR
            Gerbang OR mempunyai dua sinyal masukan atau lebih. Jika ada sinyal masukan yang tinggi (1) maka sinyal keluaran akan tinggi (1). Gerbang AND mempunyai dua sinyal masukan atau lebih. Jika semua sinyal masukan tinggi maka sinyal keluaran akan tinggi. Gerbang XOR ( Exclusive OR ) mempunyai dua sinyal masukan. Sinyal keluran akan tinggi jika kedua sinyal masukan tidak sama. Pada gerbang XOR sebenarnya hanya ada dua masukan saja, untuk masukan yang lebih banyak maka perlu kombinasi dari gerbang XOR tersebut. Sebagai contoh, gerbang XOR dengan tiga masukan :
Gambar 2.2 Gerbang XOR tiga masukan
Pada gerbang XOR tiga masukan ini, jika mempunyai jumlah inputan 1 ganjil, maka keluarannya akan 1. Hal ini dapat kita perhatikan pada tabel 2.2 berikut :
Tabel 2.2 XOR tiga masukan
1’s
A
B
C
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
1
1
0
1
0
1
1
2
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
2
1
0
1
1
0
2
1
1
0
0
0
3
1
1
1
0
1











Kolom 1’s menyatakan banyaknya masukan 1.                                             
( Eko Polosoro, 2006 )
BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1  Peralatan, Komponen dan Bahan
3.1.1 Peralatan
1.      Power supply 5V DC
Berfungsi sebagai sumber tegangan DC
2.      Protoboard
Berfungsi sebagai tempat merangkai komponen sementara
3.      Saklar
Berfungsi sebagai pemberi input logika high (1) dan low (0)
4.      Jumper
Berfungsi sebagai penghubung komponen dengan komponen
5.       Jepit buaya
Berfungsi sebagai penghubung peralatan dengan rangkaian
3.1.2 Komponen
1.      LED
Berfungsi sebagai indikator hidup (high) dan mati (low)
2.      IC 7404
Berfungsi sebagai IC gerbang NOT (inverter) dengan 1 input 1 output
3.      IC 7408
Berfungsi sebagai IC gerbang AND dengan 2 input 1 output
4.      IC 7411
Berfungsi sebagai IC gerbang AND dengan 3 input 1 output
5.      IC 7432
Berfungsi sebagai IC gerbang OR dengan 2 input 1 output
6.      Resistor (330 Ohm) 1 buah
      Fungsi : sebagai hambatan arus




3.2  Prosedur Percobaan
A.    1. Dibuat rangkaian sesuai gambar di bawah ini:

2.      Dihubungkan input dari saklar A ke kaki 13 IC 74LS04
3.      Dihubungkan input dari saklar B ke kaki 3 IC 74LS04
4.      Dihubungkan input dari saklar B ke kaki 13 IC 74LS0
5.      Dihubungkan output dari kaki 12 IC 74LS04 ke kaki 12 IC 74LS08
6.      Dihubungkan ouput dari kaki 12 IC 74LS04 ke kaki13 IC 74LS11
7.      Dihubungkan output dari kaki 4 IC 74LS04 ke kaki 1 IC 74LS11
8.      Dihubungkan input dari saklar C ke kaki 2 IC 74LS11
9.      Dihubungkan dari kaki 12 IC  74LS11 ke kaki 12 IC 74LS32
10.  Dihubungkan dari kaki 11 IC 74LS08 ke kaki 13 IC 74LS32
11.  Dihubungkan dari kaki 11 IC 74LS32 ke kaki 11 IC 74LS04
12.  Dihubungkan dari kaki 11 IC 74LS04 ke LED
13.  Dihubungkan setiap kaki Vcc dari setiap IC
14.  Dihubungkan setiap kaki ground dari setiap IC
15.  Dihubungkan setiap saklar ke PSA 5V DC
16.  Diberikan sinyal masukan dari setiap saklar dari 000,010,001,011,100,110,101, dan 111
17.  Dicatat hasil keluaran Ya pada tabel kebenaran



B   1. Dibuat rangkaian gambar dibawah ini:
2. Dihubungkan input dari saklar A ke kaki 12 IC 74LS32
3. Dihubungkan input dari saklar B ke kaki 13 IC 74 LS 04
4. Dihubungkan input dari saklar C ke kaki 3 IC 74 LS 04
5. Dihubungkan output dari kaki 12 IC 74 LS 04 ke kaki 12 IC 74 LS 08
6. Dihubungkan output dari kaki 4 IC 74 LS 04 ke kaki 13 IC 74 LS 08
7. Dihubungkan output dari kaki 11 IC 74 LS 08 ke kaki 13 IC 74 LS 32
8. Dihubungkan ouput dari kaki 11 IC 74 LS 32 ke LED
9. Dihubungkan setiap kaki Vcc dari masing-masing IC
10. Dihubungkan setiap kaki Ground dari masing-masing IC
11. Dihubungkan setiap saklar ke PSA 5V DC
12. Diberikan sinyal masukan A, B dan C  mulai 000,010,001,011,100,110,101, dan 111
13. Dicatat keluaran dari Yb pada tabel kebenaran








BAB 4
DATA DAN ANALISA DATA

4.1 Data Percobaan
Masukan
Keluaran
A
B
C
Ya
Yb
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0
0
1
0
0
0
0
1
1
0
0
0
0
0
1
1
0
0
1
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
1
1



                                                                                                            Medan, 10 April 2013
Asisten ,                                                                                  Praktikan,


(Ferdy Aulia Mirda)                                                                (Nurhasanah)




4.2. Analisa Data

  1. Tentukan persamaan Ya dan Yb
jawab :
Ya = A’B + A’B’C  = AB’ + ABC’
Yb = A + B’C’
  1. Buktikan dengan aljabar Boolean bahwa Ya = Yb
Jawab :
Dari gambar percobaan diperoleh persamaan :
Ya = A’B + A’B’C
Yb = A + B’C’
Ya = Yb
AB’ + ABC’        = A + B’C’           ( menggunakan hukum distributive )
A’B + A’B’C       = A + B’C’
A’ (B’C + B)        = A + B’C’             ( menggunakan Theorema 6 (b))
A’B’C + A’B       = A + B’C’
A + (B’C + B)      = A + B’C’
A + ((B+C’) B’    = A + B’C’
A + B.B’ + B’.C’ = A + B’C’
A + B’C’               = A + B’C’
Dari penjabaran di atas terbuktilah bahwa Ya = Yb.

  1. Dengan menggunakan tabel data tuliskan keluaran tiap-tiap IC logic yang digunakan
777                    7432 (OR)
A
B
Out
0                         0
0
0
0                         0
1
1
1
0
1
1
1
1
            Jawab :
7404 (NOT)
A
Out
1
0
0
1
7408 (AND)
A
B
Out
0
0
0
0
1
0
1
0
0
1
1
1
7411 (AND)
A
B
C
Out
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1
0
0
0
1
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
1
1
0
0
1
1
1
1


keterangan :
-          Untuk IC 7404, yaitu IC gerbang NOT yang pada saat diberikan logika 1 (high) maka keluarannya adalah 0 (low) dan sebaliknya.
-          Untuk IC 7408, yaitu IC gerbang AND dengan 2 masukan dan 1 keluaran, pada saat  diberikan masukan bernilai 1 (high), maka keluarannya 1 (high). Jika salah satu dari kedua masukan atau kedua – duanya bernilai 0 (low), maka keluarannya akan 0 (low).
-          Untuk IC 7411,yaitu IC gerbang AND dengan 3 masukan dan 1 keluaran, pada saat ketiga masukan bernilai 1 (high), maka keluarannya 1 (high). Jika salah satu dari ketiga masukan atau ketiga - tiganya bernilai 0 (low), maka keluarannya akan bernilai 0 (low).
-          Untuk IC 7432, yaitu gerbang OR dengan 2 masukan dan 1 keluaran, pada saat kedua masukannya 0 (low), maka keluarannya 0 (low). Jika salah satu atau kedua masukannya bernilai 1 (high), maka keluarannya akan 1 (high).



  1. Sebutkan aplikasi percobaan.
Jawab :
Aplikasi aljabar Boolean adalah
-          Sebagai jaringan pensaklaran (switching network)
-          Pada rangkaian digital elektronik
-          Dalam decoder bilangan biner
-          Dalam rangkaian komparator digital
-          Dalam rangkaian TTL














BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.     Kesimpulan
1.        Dari data percobaan telah dibuktikan bahwa teori aljabar Boolean hasilnya sama dengan hasil yang telah dipraktekkan dengan rangkaian yang menggunakan IC logic 7404 (gerbang NOT), 7408 (gerbang AND dengan 2 masukan), 7411 (gerbang AND dengan 3 masukan), 7432 (gerbang OR). Hal ini juga dapat ditunjukkan dengan membuat tabel kebenaran yang menunjukkan setiap masukan dari persamaan Boolean tersebut.
2.        Aljabar Boolean merupakan aljabar yang berhubungan dengan variabel-variabel biner dan operasi-operasi logic. Dapat dijelaskan secara garis besar tentang teori aljabar Boolean, aljabar Boolean memiliki 3 gate dasar yaitu AND, OR, dan NOT, serta gate yang lainnya merupakan turunan dari gate-gate dasar. Suatu fungsi Boolean juga dapat dinyatakan dalam tabel kebenaran.
3.        Aplikasi dari aljabar Boolean antara lain adalah untuk jaringan pensaklaran (switching network), pada rangkaian digital elektronik, dalam decoder bilangan biner, dalam rangkaian komparator digital, dalam rangkaian TTL


5.2.    Saran
1.    Diharapkan praktikan selanjutnya dapat memahami penggunaan datasheet
2.    Diharapkan praktikan teliti dalam merangkai sebuah rangkaian
3.    Diharapkan praktikan memahami karakteristik dari alat ataupun komponen yang akan digunakan saat praktikum.









DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, K.F. 1996. Teknik Digital. Yogyakarta : Andi
Polosoro, Eko. 1998. Sistem Digital. Bandung : Graha Ilmu.
Willa, Lukas. 1995. Teknik Digital, Microprocessor, dan Microcontroler. Jakarta : Erlangga.










































GAMBAR PERCOBAAN

A.Gambar Ya


B.Gambar Yb








TUGAS PERSIAPAN
 UNTAIAN DASAR DANTEORI ALJABAR BOOLEAN

NAMA           : NURHASANAH
NIM                : 100801051
KELOMPOK: V

1.    Tuliskan dan jelaskan operasi dasar aljabar Boolean serta tuliskan contohnya.
Jawab :
       Aljabar boole digunakan untuk menyatakan pengaruh berbagai rangkaian digital pada masukan-masukan logika, dan untuk memanipulasi variable logika dalam menentukan cara terbaik pada pelaksanaan (kinerja) fungsi rangkaian tertentu. Oleh karena hanya ada 2 nilai yang mungkin. Dalam aljabar boolean tidak ada pecahan, decimal, bilangan negatif, akar kwadrat, akar pangkat tiga, logaritma, bilangan imajiner, dan sebagainya.
       Dalam aljabar Boole hanya mengenal 3 operasi dasar, yaitu :
       a. Penjumlahan logika atau OR dengan symbol operasinya ‘+’ ( tanda plus atau positif )
       b. Perkalian logika atau AND dengan symbol operasi ‘.’ (tanda titik) atau dengan  tanpa                    ada tanda sama sekali
c. Komplementasi atau NOT (inverse) dengan symbol operasi ‘-’ atau garis diatas variabel.
Contoh :
Y = ABC +AB (A . C) = ABC + AB (A + C) = ABC + AB(A + C) = ABC + AAB + ABC = ABC + AB +ABC = AC +(B + B) + AB = AC (1) + AB = A (C + B)
Jadi Y = ABC + AB ( A . C ) memiliki bentuk yang paling sederhana Y = A (C + B).  









                         
2.  Tuliskan persamaan Boolean dari rangkaian logic pada prosedur percobaan.
Jawab :
a.
Persamaannya : Ya = (A’B + A’BC)
b.
Persamaannya : Yb = A + B’C’

3. Sederhanakan  :
            a. A’B+A.B+A’.B’ menjadi B +A’
            b. A.(A.B+C)
    dan  buktikan hasilnya.
Jawab :
a.  A’B + AB + A’B’
        = ( A’ + A) + A’B’
        =  B + A’B’
        = B + A’
    b. A.(A.B + C )
        = A.A.B + AC
       = A.B + A.C
       = A(B+C)       

4. Sederhanakan dan buktikan hubungan A’B+A.B+A’B’=B+A’
Jawab :
A’B + AB + A’B’ = B+A’
   (A’+A)B+A’B’   = B+A’
   B+A’B’               = B+A’
   B+ A’                  = B+A’

5. Buktikan hubungan A+BC = (A+B)(A+C)
Jawab :
(A +B)(A + C) = AA + AC + AB + BC
 = A + AC + AB + BC
 = A + AB + AC + BC
 = A (1 + B) + C (A + B)
 = A + C (A + B)
 = A + AC + BC
 = A (1 + C) + BC
 = A + BC.